Siapa menebar api, Siapa menuai asap


Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, tapi hari masih begitu gelap. Ini bukan mendung, soalnya sudah hampir dua bulan di tanah sriwijaya ini tak turun hujan. Menurut berita, dalam beberapa pekan juga tak akan ada hujan sebab udara terlalu kering bahkan untuk dibuat hujan buatan. Asap dari pembakaran lahan begitu tebal sehingga menghalangi sinar mentari. Jangan buka jendela di pagi hari, sebab hanya akan membuat batuk dan mata pedih. Kalau keluar rumah, jangan lupa gunakan masker agar udara tak terlalu menyiksa. Udara di luar Jakarta tak selalu lebih segar, ternyata.

Beberapa minggu ini banyak lahan di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan yang terbakar sehigga asap membuat marah negara tetangga. Sebenarnya, kita yang di Indonesia jauh lebih merasakan dampak dari pembakaran lahan. Kecelakaan pesawat di Tarakan, keterlambatan kebrangkatan pesawat di Riau, Palembang, Pontianak dan Banjarmasin, keterlambatan dan kecelakaan jalur darat di berbagai kota di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi, tentu memiliki implikasi ekonomi yang besar. Di Singapura diperkirakan dampak asap terhadap ekonomi negara tersebut mencapai angka Rp.500 milyar sebulan terakhir ini. Di Indonesia sendiri diperkirakan kerugian ekonomi sebesar Rp.91 milyar per musim asap.

Buat kita yang di rumah dampaknya lebih besar lagi. Setiap hari menghirup udara kotor. Bukan hanya batuk dan ISPA ancamanya, tapi juga bronchitis dan TBC (mugkin juga kanker). Lebih menyebalkan lagi, kita yang menghirup udara kotor ini tak tahu menahu soal pembakaran lahan. Konon, pembakaran hutan dilakukan oleh perusahaan perkebunan, HTI dan HPH untuk membuka lahan. Menurut WALHI, lebih dari 80 persen titik api tersebut berada pada konsesi-konsesi perkebunan, HTI, dan HPH.

Pembakaran lahan oleh penduduk juga tak bisa di remehkan. Lihatlah bagaimana masyarakat melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan pada desa-desa di Banggai (Sulawesi), Banjamasin (Kalimantan) dan Banyuasin (Sumatera). Kemudahan dan tanpa biaya menjadi alasan.

Udara bersih adalah pemberian Allah yang sangat berharga. Ketika sesuatu berlimpah, seringkali kita tidak menyadari kehadirannya. Pembakaran lahan oleh pendudak dan perusahaan selalu berlagsung setiap tahun. Tak ada alasan untuk tak menyadari dampaknya. Udara bersih dan langit bersih adalah modal kita untuk mencapai kesejahteraaan lainnya. Siapapun yang mengambil keuntungan sehingga merugikan kepentingan orang banyak sudah selayaknya ditindak tegas. Tak perlu karena teguran negara tetangga kita baru bertindak. Malu lah pada bangsa sendiri. Malu pada diri sendiri.

sani_muhamad@yahoo.com

Darimana Datangnya Lumpur?

Darimana datangnya lumpur? Dari sumur Lapindo turun ke kali. Meluapnya semburan Lumpur di Sidoarjo akibat aktivitas pengeboran minyak bumi PT.Lapindo Berantas kini sudah tak mampu lagi dibendung dalam tanggul di seputar lokasi sumur. Pembuangan lumpur melalui kali Porong -dan akhirnya ke laut -menjadi pilihan yang ada saat ini. Banyaknya lumpur yang keluar, lebih dari 50.000 meter kubik per hari, dan lamanya lumpur keluar menunjukan bahwa lumpur ini bukanlah lumpur gerusan mata bor dengan batuan di dalam sumur.

 

 

Para ahli geologi saat ini mulai sepakat bahwa kemunculan ini sudah merupakan fenomena alam yang disebut sebagai gunung lumpur (mud volcano). Ini tentu berita buruk bagi masyarakat Sidoarjo, karena bila benar, fenomena gunung lumpur ini masih akan berlangsung dalam waktu 50 tahun sampai ratusan tahun lagi. Artinya, desa-desa lain di sekitar lokasi semburan hanya menunggu waktu untuk tenggelam menyusul 4 desa yang sudah dinyatakan tak bisa diselamatkan.

 

 

Data-data geofisika bawah permukaan (penampang seismik) menunjukan bahwa alas gunung lumpur rata-rata mencapai radius 3-5 km. Parahnya lagi, aktivitas gunung lumpur ini baru akan berhenti setelah terjadinya amblesan (collapse) lapisan/permukaan bumi sehingga lubang semburan tertahan material runtuhan ini. Ambelesan ini tentu bisa mencapai puluhan higga ratusan meter sebanding dengan adanya rongga atau lapisan kosong dibawah permukaan bumi akibat keluarnya lumpur. Kemungkinan lain semburan lumpur bisa berhenti bila tekanan gas di perut bumi sudah tak kuat lagi.

 

 

Bagaimana terjadinya gunung lumpur ?

 

Sebagaimana lazimnya fenomena alam, dimensi gunung lumpur tentu mencakup area atau luasan yang cukup besar. Gunung lumpur bisa terjadi akibat melelehnya lapisan lempung (clay/shale) bawah permukaan bumi akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Ini persis seperti melelehnya sebongkah gula aren dalam wadah panas ketika ibu-ibu di dapur membuat larutan gula aren untuk kue. Tekanan dan suhu yang tinggi merupakan akibat dari akumulasi gas bumi disekitar jebakan minyak bumi di bawah permukaan bumi sana. Dalam istilah teknis, lelehan lapisan batuan akibat tekanan dan suhu tinggi ini disebut sebagai proses likuifaksi (liquéfaction), atau hilangnya daya ikatan batuan. Material hasil proses likuifaksi ini kemudian bercampur dengan air tanah dan muncul ke permukaan melalui rekahan bumi atau rekahan lubang pengeboran menjadi lumpur yang kita kenal sekarang di Sidoarjo. Siklus dari keluarnya lumpur ini terjadi berulang-ulang dan dalam waktu lama membentuk gunung lumpur, proses ini ”hanyalah’’ fenomena alam seperti kelahiran sebuah gunung api.

Misteri Gunung Merapi


Ingatan tentang Gunung Merapi identik dgn gunung meletus. Cerita ttg kehilangan keluarga, anak, istri, simbok, rumah dan ternak berkaitan dengan letusannya.

Disisi lain Merapi adalah sumber mata pencaharian, bukan hanya bagi warga di desa-desa tak jauh dari kepundan Merapi, tetapi juga bagi warga kecamatan di Cangkringan, Turi, Pakem, Kemalang, Dukun, Srumbung, Selo, Musuk dan Cepogo.

Merapi juga cerita tentang kesuburan, keindahan, turis, tembakau, padang rumput, pasir dan batu. Diantara kekhawatiran memang selalu ada hikmah dan manfaat, tergantung dari sisi mana kita mengangkatnya. Itulah Merapi seperti halnya di kehidupan lain.

Merapi adalah salah satu gunung paling aktif didunia, tercatat 68 kali letusan dlm kurun 450 tahun. Kemungkinan letusannya adalah satu berbanding 6.6. Waktu jedanya berkisar 3~8 tahun saja. Setiap tahunnya Merapi mengumpulkan rata2 1.2 juta m3 lava dipuncaknya, yg setiap saat bisa runtuh saat hujan lebat atau saat kerongkongannya tersumbat. Letusan paling berbahaya terakhir terjadi di tahun 1930 yg memakan 1,300 korban jiwa, sejak itu siklus 3 tahunan atau lebih selalu hadir, membuat pontang panting siapa yg tinggal di punggungannya.

Pengungsian terakhir terjadi di tahun 2001 dan berikutnya bisa saja tahun depan atau lebih. Semua ini menunjukkan bahwa gunung yg fisiknya yg sekarang terbentuk 2,000 tahun masih terus diwaspadai dan diawasi 24 jam sehari dari 6 pos pengamatan gunung disetiap sisinya. Tiada gunung lain yg lebih dicurigai Vulkanolog seperti Merapi.

Gunung api muda itu termasuk populer dikalangan pencinta gunung. Selain sejarahnya yg penuh dgn letusan dan alamnya yg indah, Gunung Merapi kata orang memiliki banyak mitos dan cerita2 supranatural.

Gunung Merapi adalah sedikit dari gunung berapi di Indonesia yg memiliki lava pijar. Jika cuaca terang, pijar terlihat jelas dari bawah arah barat di Pos Babadan Magelang, terkadang terlihat dari pos Plawangan, Kinahrejo dan Kali Urang di selatan.

Merapi sendiri lahir dari dua patahan quartenary pada kedalaman 6-7 km di bawah bumi yaitu patahan Semarang utara-selatan dan patahan Solo timur-barat. Patahan ini membentuk sebuah parit raksasa di dalam perut bumi yang molten lavanya bocor terus menerus dan bertumpuk membeku di kepundan. Tinggi gunung Merapi selalu berubah setiap tahunnya krn pembentukan tumpukan lava beku.

Dari angkasa, gunung ini terlihat berada didalam perpotongan barisan gunung utara-selatan Ungaran- Telomoyo – Merbabu – Merapi dan barisan gunung dalam barisan timur barat Lawu – Merapi – Sumbing – Sindoro – Slamet.

Dari kepercayaan Supranatural, Merapi merupakan poros paling utara dan Pantai sakral Parangkusumo sebagai poros paling Selatannya. Kota Jogjakarta berada tepat diantara keduanya sebagai sumbu keseimbangan. Barangkali ini tercermin dari sikap wong Jogja yg penuh keseimbangan.

Letusan Merapi biasanya diikuti oleh letusan Piroclastic yg sering disebut sebagai awan Wedus Gembel. Awan berkecapatan 100 km/jam ini meluncur berlipat2 seperti bulu domba, memiliki temperature 3,000~4,000 oC dalam jangkauan radius 7~15 km. Merapi juga memiliki lava viscous yg keluar terus menerus, bertumpuk membentuk batuan dan pasir di kepundan. Lava atau lahar dingin gugur meluncur turun seperti avalanche mengikuti gravitasi, biasanya mengikuti kontour sungai.

Memahami keindahannya? tiada cara lain selain mendekatinya. Gunung Merapi aman didaki dari arah selatan melalui Kinahrejo (2km timur Kali Urang), waktu tempuh 10 jam. Pendakian dimulai dari rumah juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Atau dari sisi barat pos Babadan, Magelang. Jalur ini sangat berbahaya, melalui guguran lava dan berjalan tepat didepan kawah Merapi aktif. Jalur ini sekarang tidak direkomendasikan lagi sejak kejadian fatal di tahun 2001 karena guguran lava panas.

Sedangkan pendakian dari Utara melalui Selo, Boyolali (07o, 30.225S, 110o, 27.5E) . Dimulai dari rumah Mbah Sarimin. Puncak Garuda ditempuh dalam 4~5 jam atau lebih, tergantung persediaan napas. Jalur ini paling banyak ditempuh karena melalui punggungan arah belakang kawah Merapi. Jalur ini melewati punggungan Selokopongisor 2,300 mdpl, Selokopoduwur 2,500 mdpl dan Gajahmungkur 2,600 mdpl. Untuk sementara, jalur ini juga jalur yg paling aman krn 40 tahun terakhir arah letusan selalu mengarah kesisi Babadan Magelang. Jadi, sisi Selo dan Kinahrejo adalah yg paling direkomendasikan.

Fisik Merapi adalah langsing seperti kerucut, sehingga pendakian Merapi termasuk pendakian langsung dan cepat, yg tentu dibayar dn menguras tenaga dan kewaspadaan. Semua lintasan melalui punggungan bukit 30~60 derajat sejak menit2 pertama, sekali2 merayap, merangkak dan berpegangan akar pohon utk menjaga keseimbangan. Strukturnya adalah tanah berdebu dgn batu kerikil lepas, mulai ketinggian 1200 s/d 2000 mdpl dgn vegetasi cemara dan perdu.

Diatas 2000 mdpl, batu2 besar lepas berkerikil sehingga seringkali pendaki diatas berteriak memperingatkan pendaki di bawahnya saat ada batuan longsor krn pendaki diatasnya salah pijak. Ditambah lagi seringnya angin kencang dingin saat melewati punggungan terbuka yg datang dari kedua sisi lembah. Perlu persiapan agar tidak kaku kedinginan. Tumbuh2an pada ketinggian ini belum begitu banyak krn usia punggungan yg relatif muda.

Diatas 2,300 mdpl selepas Pasar Bubrah, perjalanan melewati batu2an magma muda yg cukup tajam dan mudah lepas. Persiapan “summit attack” dilakukan di Pasar Bubrah; sebuah tempat yg agak datar dan sedikit lebih lebar dari sekitarnya yg disebut2 sebagai pasar bayangan dari mitos kaum lelembut. Konon sering terdengar suara menggumam yg diterjemahkan sebagai transaksi jual beli di pasar yg tak terlihat.

Penjelasan logisnya adalah pertemuan dua angin dari dua sisi lembah yg menghasilkan suara ribut tidak beraturan. Suara ini berhasil direkam dlm video klip sebagai kenangan unik oleh2 Merapi.

Alasan lainnya krn di tanjakan terakhir ini, para pendaki berada di puncak kelelahan dan mulai turun tingkat kesadarannya. Pada saat itu frekwensi gelombang otak turun ke level rendah yg menciptakan bayangan2 halusinasi di alam pikiran. Banyak kejadian2 fatal terjadi disekitar daerah ini, yg makin menambah kesan angkernya wilayah ini. Tak terhitung lagi cerita2 menyedihkan yg diceritakan sang pengantar selama perjalanan ini, yg mungkin tak perlu diceritakan lagi disini.

Penyesuaian akhir ketinggian dilakukan ditempat ini pula, pada umumnya cukup dengan tidur, mengisi bahan bakar dan memompa kembali semangat yg meredup saat hati menciut melihat sisa perjalanan ke puncak Merapi – pertama kalinya. Terlihat betapa kecilnya manusia secara fisik dibandingkan dengan batu2an dan puncak Merapi saat rombongan pendaki pertama berjuang menggapai puncak (sayang kesan 3 dimensinya tak terlihat di foto). Pendaki tsb. terlihat seperti semut2 kecil nakal yg menaiki punggung gajah.

Satu jam terakhir “summit attack” yg melelahkan dan cukup membuat kecut nyali dilalui dengan mencicil satu persatu tarikan napas dan menjaga kesadaran maksimum dengan seringnya berhenti dan minum. Pada fase akhir ini, bayangan tentang akhir kehidupan terasa begitu dekat. Keadaan yg menggugah betapa sepelenya dan tidak berartinya mahluk hidup ditengah keperkasaan alam yg membuat kuduk terus berdiri.

Sebaliknya, keadaan ini bisa juga diterjemahkan sebagai keindahan luar biasa dari pemandangan sekeliling yg sulit dijelaskan dgn kata2 atau lensa kamera krn sulitnya menangkap citra ketinggian. Ini semua menciptakan kekaguman begitu banyaknya “tanda2” telah ditunjukkan disini.

Jadi bisa dipahami kalau Merapi adalah sebuah negeri diatas awan yg cantik, perkasa dan menggetarkan. Kekaguman terhadap Merapi tak berubah, krn seperti halnya sebuah keburukan selalu diimbangi sisi kebaikan. Itulah kearifan alam – dan Merapi adalah salah satunya.

Gempa Bumi Kenapa Mesti

Peristiwa Gempa dan Tsunami Aceh 2005, Gempa Yokya 2006 dan Gempa dan Tsunami Pangandaran 2006, menyadarkan masyarakat Indonesia akan dahsyatnya bahaya Gempa dan Tsunami. Masyarakat juga menjadi was-was bahwa Gempa dan Tsunami akan dapat terjadi lagi menimpa daerah lain atau bahkan mungkin rumah mereka sendiri.
Menurut catatan yang ada, kedahsayatan gempa jauh lebih besar dari bencana bom atom. Sebagai gambaran, gempa California 1989 lebih dahsyat 6000 kali dari bom atom Hiroshima.


Mengenal Gempa dan TSunami

Sayangnya, Gempa dan Tsunami tak mengenal kata cukup untuk berhenti. Selama bumi masih berputar, selama itu juga berarti bumi masih bergerak, kerak-kerak bumi masih saling berjalan, menyusup, mematahkan atau membelah satu dengan yang lainnya.

Bumi tidaklah padat seperti yang kita kira, dibawah lapisan tanah yang kita pijak, bumi ternyata adalah lapisan pijar panas yang mengalirkan energi dan menggerakkan kerak-kerak diatasnya. Kerak itu yang mendasari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan pulau2 besar lainnya di daratan Asia dan Eropa. Kerak yang lebih kecil mendasari pulau-pulau seperti Sulawesi, Timor, dan lain2. Kerak lainya adalah kerak yang mendasari lautan di Selatan dan kerak yang mendasari lautan di Utara. Gempa yang terjadi di Sumatera dan Jawa adalah akibat terjadi ketidakstabilan ketika kerak laut di Selatan bertubukan dengan kerak pulau Sumatera dan Jawa.

Bayangkanlah bila sebuah sedan menubruk sebuah truk tanki air. Ketika terjadi tabrakan yang lambat mungkin penumpang tak menyadari, tapi pada akhirnya salah satu dari dua mobil itu akan rusak, membuat ketidakstabilan dan hentakan pada penumpang diatasnya. Hentakan itu bisa membuat tangki air tumpah, menyapu makhluk yang lebih kecil darinya.

Bila kendaraan itu adalah dua kerak, hentakan itu disebut gempa dan tumpahan air disebut Tsunami.

Dimana Akan Ada Gempa dan Tsunami lagi?

Gempa akan terjadi dimana saja dipermukaan bumi bila ada energi gesekan antar kerak bumi yang membuat ketidakstabilan. Daerah-daerah dekat pertemuan antar kerak bumi semakin berpeluang untuk terjadi gempa karena dekat dengan sumber energi tumbukan. Jadi, masyarakat di sepanjang pantai Selatan Jawa dan Sumatera perlu waspada akan terjadinya Gempa dan Tsunami. Masyarakat pantai Utara lebih kecil kemungkinannya karena letaknya lebih jauh dari pertemuan kerak.

Kapan Akan Ada Gempa?

Menebak kapan ada gempa seperti menebak kapan ada kecelakaan ketika kita naik kereta api. Para penumpang kereta api tidak tahu kapan waktunya, tapi para petugas rel mungkin tahu kalo ada kerusakan rel yang mungkin dapat menyebabkan kecelakaan. Orang awan tidak tahu kapan akan ada gempa, tapi para ahli gempa (seismologist) mungkin tahu kalau ada kerusakan struktur bumi yang mungkin menyebabkan terjadinya gempa.

Menyelamatkan Diri Dari Gempa dan Tsunami

Gempa dan Tsunami memang tak dapat ditolak. Ia akan datang tanpa permisi. Tapi bukan berarti tak ada waktu untuk menyelamatkan jiwa. Tingkat kerusakan bangunan dan kehilangan material juga dapat dikurangi.

Muhamad Sani Tirtayasa, Seismologist, Sriwijaya, 2006.

Air Mengalir Sampai Jauh

Berkat lagu Bengawan Solo karya Gesang, orang Indonesia jadi paham betul bagaimana siklus air terjadi : air mengalir sampai jauh..// akhirnya ke laut… . Fase aliran air menuju laut tentu saja diawali dengan fase proses terjadi dan turun hujan.


Siklus air adalah fakta bahwa jumlah air di bumi secara keseluruhan (air yang ada di daratan, laut dan udara) adalah tetap. Selama ribuan tahun hanya sedikit sekali jumlah air yang berkurang atau hilang begitu saja dalam siklus air daratan-air alut-awan hujan. Pada dasarnya air hanya mengalami perubahan bentuk dan tempat.


Siklus air dimulai ketika matahari memanasi air laut dan menyebabkan penguapan, kemudian naik ke udara menjadi awan hujan. Sebagian kecil awan hujan ini jatuh kembali ke laut, mengalami siklus air yang sangat pendek. Namun, sebagian besarnya bergerak ke daratan dan kemudian turun sebagi hujan. Hujan kemudian meresap kedalam bumi menjadi air tanah, atau turun di sungai, danau atau rawa-rawa. Karena pengaruh gaya gravitasi bumi, air sungai secara perlahan menuju dan sampai di laut.


Air dalam tanah mungkin berada di dalam bumi selama puluhan atau ribuan tahun, tetapi akhirnya akan sampai juga ke permukaan melalui mata air, sumur penduduk atau teknologi pompa air. Air yang sudah digunakan akan menuju ke sungai melalui sistem drainase kota atau selokan tradisional. Air sungai mengalir sampai jauh. Dan akhirnya ke laut, melengkapi siklus air.

Peliknya arus BBM di Indonesia

Ditulis oleh Rovicky on Juni 28th, 2006

fuel_pump.gifMenyediakan BBM buat masyarakat yg dilakukan pemerintah cq Pertamina serta partner-partner baru yg baru saja masuk Indonesia (Shell, Petronas dll) menarik utk dilihat. Banyak yg memiliki kepentingan dengan BBM ini. Masyarakat tentunya ingin agar BBM itu murah (walopun saya lebih cenderung menyatakan “terjangkau”) dimanapun mereka berada. Pengusaha menginginkan harga bersaing serta ketersediaan BBM secara kontinyu. Dipihak lain pemerintah mengingkan pertamina menjadi sumber penghasilan serta sebagai stabilisator harga minyak diseluruh teritorial negara . Sangat jelas bahwa menyediakan BBM murah (terjangkau) bukan hal yg mudah tentusaja. Beberapa kedalanya utama antara lain harga minyak dunia yang tidak selalu stabil bahkan cenderung naik, sumber minyak dalam negeri yg cenderung menurun akhir-akhir ini, keterpurukan ekonomi Indonesia yg sedang menuju peneymbuhan, serta kondisi kondisi alam Indonesia yang geografis terdiri atas beribu pulau. kerumitan serta keunikan ini menjadikan distribusi BBM menjadi sangat rawan terhadap penyelewengan yg mudah dimanfaatkan pula untuk menganggu stabilitas poleksosbud dalam negeri.

klik memperbesar gambarDarimana saja BBM itu berasal ?
Gambar ini menunjukkan kondisi tahun 2005, Digambar ini terihat bagaimana minyak mentah yg sebagian diperoleh dari dalam negeri dan sebagian lain diperoleh dari impor, ya dari impor. Sebenarnya sudah sejak lama Indoensia ini mengimpor minyak untuk diproses di kilang-kilang dalam negeri. Hal ini karena kualitas minyak yg dapat diproses di kilang dalam negeri membutuhkan kualitas minyak-minyak yg ada dalam minyak import. Selain itu juga ketika dibangunnya kilang-kilang ini disesuaikan dengan harga dimana harga minyak saat itu lebih menguntungkan seandainya Indonesia mengimpor minyak.

slide2.jpgDistribusi dari BBM ini dikontrol oleh Pertamina hilir seperti dalam gambar ini.
Pola distribusi BBM ini tentunya tidak mudah, karena ada tugas-tugas dan kendala yg harus dipenuhi yaitu harga BBM harus “seragam”. Bagaimana harus seragam kalau lokasi-lokasinya sendiri tidak sama jaraknya dari lokasi pengilangan ? Disinilah akhirnya dilakukan subsidi-subsidi silang antar satu lokasi dengan lokasi yang lain, antar satu jenis BBM dengan jenis BBM yang lain. Sebagai tugas pemerintah tentunya harus mampu menyediakan BBM untuk rakyatnya dimanapun mereka berada dari ujung Merauke sampai Meulaboh.

slide3.jpgNah, setelah dengan kendala harus ada kesetaraan harga serta adanya harga minyak yg berbeda-beda di pasaran dunia, juga kondisi geografis yang tidak seua darat dan juga tidak semua harus melalui laut maka distribusi BBM menjadi lebih rumit lagi.
Gambar ini hanya menunjukkan untuk salah satu lokasi di Kalimantan dan sekitarnya, dimana BBM berasal dari kilang di Balikpapan.

Kitapun tahu yg disebut dengan BBM tidak hanya minyak tanah, tidak hanya bensin premium namun juga ada diesel, avtur (kebutuhan pesawat) dan lainnya.

Tentunya tidak semua jenis BBM ini di sebarkan atau didistribusikan ke seluruh nusantara.slide5.jpg Tergantung dari kebutuhan lokal. Selain kebutuhan transportasi, juga kebutuhan industri serta kebutuhan energi. Sebagai informasi kebutuhan listrik di Indonesia ini masih didominasi degan pembangkit listrik dengan BBM.
Penyediaan BBM memang bukan hal sepele, BBM merupakan tulang punggung negara karena sebagai energi disitulah letak dasar strategis pembangunan, kekuatan serta dengan tolok ukurnya produktifitas Indonesia.

klik utk memperbesar gambarPenyediaan BBM untuk masayarakat ini memang bukan tugas mudah bagi Pertamina Juga bukan berarti pertamina boleh meminta fasilitas segalanya, karena disisi lain Pertamina dituntut kemandirian untuk menjadi Perusahaan Terbatas (PT) yg orientasinya ke profit. Dualisme kebutuhan “profit serta pelayanan”, juga dualisme “kemandirian dan kontrol pemerintah” menjadikan Pertamina sering menjadi bahan bulan-bulanan diantara masyarakat yg mendambakan pelayanan, Industri yg membutuhkan energi, juga pemerintah yg mendambakan sebagai sumber penghasilan negara.

Pemerintah saat ini sudah mulai membuka investor-investor asing untuk penyediaan BBM untuk masyarakat. Langkah terobosan inipun tidak kalah sengitnya mengundang pro-kontra. Siapa yg nantinya yg berkepentingan mempersiapkan, menyediakan, serta mengontrol suply BBM untuk masyarakat ?

Iklim, Cuaca dan Perubahannya

Iklim dan Cuaca

Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.

 
Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).

 

Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.

 

Perubahan Cuaca dan Iklim

 

KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.

Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia.

Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia.

Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari.

Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah.

Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa.

Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992.

Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu.

Perhitungan munculnya El Nino

Yang cukup mencolok dan perlu menjadi perhatian kita adalah perkembangan kondisi dalam dua dasa warsa terakhir. Dari hasil peningkatan kegiatan Matahari yang muncul dan memuncak pada masing-masing dasawarsa itu menunjukkan adanya peningkatan yang lebih intensif dibandingkan kejadian periode sebelumnya.

Dampak peningkatan tersebut menghasilkan kegiatan El Nino yang kuat untuk pertama kali pada periode 1982 dengan dampak kekeringan dan kebakaran yang meluas di Kalimantan. Selanjutnya tahun 1987 muncul lagi kegiatan El Nino. Tetapi, secara keseluruhan cuaca dan iklim untuk periode 1982-1990 cukup baik sehingga usaha swasembada pangan nasional saat itu berhasil dan Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Namun, kondisi dasa warsa berikutnya dengan peningkatan kegiatan Matahari yang lebih intensif dengan puncak ganda untuk bintik Matahari dan jumlah ledakannya memberi indikasi peningkatan radiasi yang intensif dan berdampak kegiatan El Nino yang cukup panjang 1991-1994 dan muncul gejala alam El Nino kuat dengan kurun waktu yang singkat tahun 1991/1998 yang dinyatakan sebagai bencana yang dahsyat di Indonesia dan seluruh dunia.

Patut pula dicatat bahwa deposit batu bara di lahan gambut membara untuk yang pertama kali di tahun 1991 yang kemudian berulang hingga awal tahun 1998. Selain itu swasembada pangan nasional yang diupayakan Pemerintah Indonesia hancur oleh kondisi alam yaitu cuaca dan iklim yang tidak menentu hingga tahun 2000 atau mungkin sampai saat ini. Kajian dalam bahasan ini merupakan kajian terbatas yang tentunya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menuju kajian yang komprehensif atau dapat dipercaya.

Berdasarkan pengalaman tersebut dan menilik kondisi cuaca dan iklim yang akan berlangsung hingga tahun 2010, untuk sementara dapat dilihat belum adanya peningkatan jumlah bintik Matahari atau ledakan. Hal ini berarti untuk kurun watu sembilan tahun mendatang peluang munculnya kondisi cuaca yang ekstrem seperti yang berlangsung dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir menjadi tanda tanya atau bahkan bisa dikatakan kecil peluang terjadi peningkatan kondisi cuaca dan iklim yang bervariasai atau berubah untuk kurun waktu musiman hingga tahunan.

Pendapat ini didukung pula oleh kondisi perairan global, dalam hal ini perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Semula di Samudera Hindia dingin dan Samudera Pasifik akan hangat hingga awal bulan Juni, ternyata hal itu tidak berkembang, malah berkebalikan. Samudera Pasifik mendingin sedang Samudera Hindia menaik. Bukti kenaikan suhu muka laut ini terlihat dari peningkatan curah hujan di beberapa kawasan di Indonesia pada bulan Mei hingga awal Juni 2001. Karena hingga pertengahan tahun 2001 berubah, maka kondisi gejala alam El Nino peluang untuk muncul kecil pada tahun 2001 atau 2002 mendatang. Dengan indikasi alam ini akan dapat membantu tentang kekhawatiran beberapa kalangan khususnya kalangan pertanian, perkebunan dan kehutanan khususnya dari ancaman kekeringan yang mungkin muncul di tahun 2001.

Adanya perkembangan curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini yang seharusnya memasuki musim kemarau merupakan peristiwa alam akibat kenaikan suhu muka laut S. Hindia dan munculnya indikasi gejala alam La nina intensitas ringan kembali giat. Sehingga prakiraan BMG. dalam musim kemarau tahun 2001 yang menyatakan normal merupakan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia.